Connect with us

Kolaborasi dalam Melahirkan Technopreneur Tangguh

Ilustrasi / foto: pexels.com

Wirausaha

Kolaborasi dalam Melahirkan Technopreneur Tangguh

Mampukah Gerakan Kewirausahaan Nasional 2013 yang digembor-gemborkan pemerintah melahirkan technopreneur-technopreneur tangguh di negeri ini?

Sebelum melemparkan jawaban maupun argumen baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tetang technopreneurTechnopreneurship dalam artian luas adalah segala bentuk kewirausahaan yang bergerak dibidang penerapan teknologi. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa kebutuhan informasi akan perkembangan teknologi sangatlah dibutuhkan dalam mengembangkan technopreneurship. Kemudian apakah pemerintah dapat memenuhi kebutuhan informasi perkembangan teknologi yang begitu cepat? Jawabannya adalah ‘tidak’. Dibutuhkan bantuan lembaga riset dan pendidikan dalam hal ini kampus untuk mendukung akses informasi yang update tentang perkembangan teknologi, serta dukungan dari masyarakat baik individu maupun organisasi.

Kolaborasi (Pemerintah, Kampus dan Masyarakat)

Sinergi kampus, masyarakat dan pemerintah dalam melahirkan technopreneur tanggu

Kolaborasi kampus, masyarakat dan pemerintah dalam melahirkan technopreneur tangguh.

Untuk melahirkan technopreneurtechnopreneur tangguh di negeri ini. Dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, kampus dan masyarakat. Ketiga unsur ini masing-masing memiliki peranan penting dalam melahirkan technopreneur yang tangguh, dalam artian technopreneur yang dapat memperkuat perekonomian bangsa serta dapat bersaing secara global.

Pemerintah

Pemerintah sebagai pengambil kebijakan, memiliki peranan sebagai pelindung dan penjamin atas hak kekayaan intelektual, legalisasi usaha serta sebagai fasilitator dalam mengembangkan technopreneurship di Indonesia.

Kampus

Kampus dapat dipandang sebagai sebuah institusi maupun sebagai oraganisasi kemasiswaan yang masing-masing memiliki peranan dalam mengembangkan technopreneurship di Indonesia. Peranan kampus dalam melahirkan technopreneur, yaitu:

  • pelaksana riset dan pengembangan teknologi
  • Pendidikan melalui pengadaan mata kuliah khusus kewirausahaan
  • Pelatihan (soft skill)
  • Sarana komunikasi dan informasi
  • Bimbingan bagi startup melalui mentoring kewirausahaan

Masyarakat

Masyarakat dapat dipandang sebagai individu maupun sebagai oraganisasi (swasta). Peran masyarakat dalam melahirkan technopreneur adalah:

  • Dukungan moral (Misal: Cinta produk dalam negeri)
  • Pemberian modal
  • Jaringan (pasar)

Ketiga unsur ini (pemerintah, kampus dan masyarakat) apabila berkolaborasi dengan baik akan memungkinkan lahirnya technopreneur-technopreneur tangguh di negeri ini.

Dari riset, inkubasi sampai pemasaran.

Diharapkan dari kolaborasi pemerintah, kampus dan masyarakat lahir sebuah wadah baru (organisasi) yang kemudian fokus pada usaha pengembangan technopreneur di Indonesia. Organisasi ini nantinya diharapkan dapat menjalankan lima fungsi utama, yaitu:

  1. Riset
    Seperti yang dikatakan Bill Gates, “Saya percaya pada inovasi dan cara Anda mendapatkan inovasi adalah dengan mendanai riset dan belajar dari fakta-fakta dasar,”. Begitupun dengan dunia technopreneurship, dibutuhkan inovasi-inovasi baru untuk membuat usaha dapat tetap bertahan dan bersaing. Hasil riset ini juga diharapkan dapat diperkenalkan ke daerah dan diterapkan demi meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.
  2. Pusat Informasi
    Oraganisasi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan technopreneurship kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan demi pengembangan usaha.
  3. Inkubasi dan Permodalan
    Program ini diwujudkan dengan penerimaan proposal ide usaha yang natinya akan diseleksi berdasarkan kelayakannya lalu akan mendapatkan program inkubasi dan modal usaha. Program pemgumpulan proposal usaha atau bantuan usaha dilakukan setiap enam bulan sekali.
  4. Mentoring
    Memberikan pendampingan usaha kepada para startup dalam mengembangkan usahanya.
  5. Networking dan Pemasaran
    Membantu para technopreneur dalam melakukan pemasaran produk.

Organisasi ini nantinya dapat dibentuk disetiap Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia serta dapat dapat melayani seluruh warga negara Indonesia yang membutuhkan tanpa adanya diskriminasi. Dengan adanya organisasi seperti ini di setiap daerah di Indonesia, diharapkan setiap technopreneur nantinya dapat bersaing secara sehat dan saling mendukung dalam mengembangkan perekonomian Indonesia.

Aswad Mansur

Peternak dan pelajar. Paling semangat bicara bisnis (teori), praktek nol. Tertarik dengan pengembangan bisnis dan model bisnis.

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!