Connect with us

Anak Rantau Pahlawan Budaya

Penampilan Tari 4 Etnis pada acara EWAKO 2014 / Foto: UKSS ITB

Seni Budaya

Anak Rantau Pahlawan Budaya

Agak berlibihan mungkin kalau kita menyebut anak rantau sebagai pahlawan budaya, tapi itulah kenyataanya. Sadar atau tidak, jika kita perhatikan anak rantaulah yang banyak menonjol dalam menyuarakan dan memperkenalkan budaya daerah. Baik itu di tanah rantaunya atau pun ke daerahnya sendiri. Bagi seorang anak rantau, pulang kampung bukanlah obat terakhir untuk mengatasi kerinduan. Mereka anak rantau, semakin rindu akan kampung halaman maka akan semakin semangat mereka untuk belajar budaya daerah asalnya dan semakin bertambah pula kebanggaan akan budayanya. Berasal jauh dari pelosok tanah seperti Sulawesi menjadi kebanggan tersendiri. Bangga dengan budaya yang masih kental dan bangga untuk memperkenalkannya.

Pengetahuan akan budaya ataupun kesenian daerah juga turut membawa rejeki kepada para mahasiswa perantau. Biasanya mahasiswa-mahasiwa rantau akan membentuk sebuah paguyuban kedaerahan sebagai tempat mereka bernaung dan belajar bersama. Paguyuban yang dibentuk atas dasar kekeluargaan ini nantinya akan mejadi wadah pengembangan diri bagi seluruh mahasiswa rantau yang bernaung di dalamnya dan sekaligus sebagai fasilitator. Nah, melalui organisasi inilah para rantau akan lebih mudah belajar budaya dan melaui organisasi ini jugalah para perantau mendapatkan rejeki tambahan melaui undangan-undangan penampilan tari daerah.

Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya bukti kalau mereka para perantau benar-benar wajar disebut sebagai pahlawan budaya. Untuk itu saya akan memberikan beberapa contoh para perantau yang berusaha memperkenalkan budayanya. Yang petama lontaraproject.com yaitu media yang dibangun oleh beberapa anak rantau dari Sulawesi yang sedang menempuh pendidikan di UGM dan ITB. Selain itu masih banyak pula orang-orang baik yang masih di tanah rantau maupun yang sudah kembali ke daerah yang aktif berbagi informasi masalah budaya melaui blog pribadinya. Nah, kalau individu atau kelompok kecil biasanya memperkenalkan budaya lewat dunia maya. Organisasi ke daerahan justru aktif memperkenlakan budaya melalui penampilan-penampilah tari, musik, dll. Seperti yang dilakukan mahasiswa Mandar di Jogja yang aktif memperkenalkan budaya Mandar melalui Komunitas Rumah Mandar atau Korma.

Jadi sekarang setujukan menyebut anak rantau sebagai salah satu pahlawan budaya?

Aswad Mansur

Peternak dan pelajar. Paling semangat bicara bisnis (teori), praktek nol. Tertarik dengan pengembangan bisnis dan model bisnis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!