Connect with us

Merantau Demi Ilmu, Mengapa Tidak?

Ilustrasi / foto: pexels.com

Pendidikan

Merantau Demi Ilmu, Mengapa Tidak?

Merantau bukan hanya mengajarkan kita untuk hidup mandiri, tetapi juga mengajarkan kita banyak hal yang tidak pernah kita dapatkan di kampung halaman, seperti keragaman budaya Indonesia.

Berbicara masalah ilmu, tidak akan ada habisnya. Semakin hari semakin luas, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Para penuntut ilmu atau pengembara ilmu semakin giatnya menemukan titik kesuksesan dengan bantuan ilmu, tepatnya ilmu pengetahuan yang bermanfaat.

Berkelana, mengembara meninggalkan kampung halaman demi untuk cita-cita. Seperti kata pepatah “ tuntutlah ilmu walau ke negeri cina”. Jika dianalisa mengapa harus ke negeri cina, di negeri kita sendiri kita bisa mengembangkan ilmu atau wawasan dan potensi yang kita miliki dengan sumber daya alam yang melimpah. Itulah pepatah.

Pengembara ilmu dalam artikel ini lebih tepatnya disebut mahasiswa. Mahasiswa identik dengan kata merantau. Merantau kedaerah lain membawa tekad dan tujuan untuk birrul waliddain membahagiakan orang tua. Tinggal jauh dari orang tua dan sanak saudara memiliki suka dan duka. Namun, semua akan indah pada waktunya. Setiap resiko dan masalah saat jauh atau menempuh pendidikan ke daerah lain merupakan bagian dari scenario Tuhan buat kita ummat-Nya. Maka, sebagai mahasiswa yang berperan utama harus bisa melalui dengan segala perasaan positif. Setiap peristiwa yang dilewati memiliki nilai positif  dan negative. Tergantung dari kepribadian seseorang menyikapi hal tersebut. Begitu pula di saat kita mengambil keputusan untuk melanjutkan pendidikan ke daerah lain ada suka dan duka. Namun, sangat bermanfaat dan penting bagi perkembangan pola pikir kita.

Terlintas dalam benak bahwa di saat memilih untuk menuntut ilmu ke daerah lain, banyak yang harus dipikirkan. Biaya hidup sehari-hari, di saat sakit tak ada yang merawat, pergaulan hidup anak-anak kota, serta cara beradaptasi dengan lingkungan yang baru buat kita, yang sebelumnya jauh dari hiruk pikuk kota. Bagi mahasiswa yang hidup sendiri  memang berasal dari kota besar mudah saja beradaptasi dengan situasi dan kondisi disekitarnya berbeda dengan mahasiswa yang berasal dari daerah. Demikian juga dalam hal berkomunikasi dengan mahasiswa lainnya, dari penggunaan bahasa dapat mengalami hambatan karena basic masing-masing mahasiswa berbeda dalam hal adat, nilai-nilai moral, dan cara berkomunikasi. Dan yang dikhawatirkan oleh orang tua adalah pergaulan dari mahasiswa di ibukota yang penuh dengan kemewahan dan hura-hura. Semua factor ini yang membuat sebagian orang mengurungkan niat untuk menuntut ilmu ke daerah lain.

Manfaat Menuntut Ilmu ke Daerah Lain

Namun dari semua faktor yang telah disebutkan masih memiliki sisi positif yang dapat ditelaah bahwa ada banyak manfaat yang tersirat dari pentingnya menuntut ilmu ke daerah lain.

Pertama memperluas pola pikir, dengan hidup di dunia yang jauh berbeda dari biasanya pikiran kita akan terbuka bahwa ilmu yang telah kita dapat di daerah tidak hanya sampai pada ruang lingkup yang kecil dan sempit seperti pemahaman kita yang hidup di daerah. Terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman, karena pola pikir yang baik dan sistematis membuat kita menjadi orang yang lebih bijak dalam menghadapi hidup dan menciptakan inovasi untuk kemajuan bangsa.

Kedua mengetahui keragaman suku, ras,  budaya dan adat istiadat dari setiap daerah. Untuk mengetahui semua itu tidak mungkin hanya berdiam di daerah kita, sekarang waktunya beranjak dari daerah untuk mengetahui keragaman Indonesia dan betapa indahnya perbedaan yang tercipta dari setiap daerah di Indonesia.

Ketiga pengaruh positif lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat di sekitar. Sebagian orang berpikir bahwa lingkungan kampus di kota-kota besar penuh dengan kebebasan, senang-senang, hang out dengan teman-teman, itu hanya bagi orang-orang yang melupakan mimpi-mimpi mereka yang sebenarnya mereka punya. Lingkungan kampus justru membantu kita untuk meniti sedikit demi sedikit segala angan yang kita impikan. Lingkungan kampus merupakan wadah bagi kita untuk mengekspresikan diri dengan segala ide-ide yang kita miliki. Jadi, jangan takut untuk tinggal jauh dan meninggalkan daerah untuk menuntut ilmu karena itu merupakan suatu pilihan tepat untuk menaklukkan mimpi-mimpi besar kita.

Keempat melatih diri untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Banyak berlatih itu akan membuat kita terbiasa dan lebih meningkatkan potensi diri, dengan kita terus melatih diri beradaptasi dengan lingkungan baru tak lama kemudian lingkungan akan takluk dengan kita, karena kita pasti bisa. Jika kita berhasil beradaptasi dengan sesama manusia, lingkungan dan sebagainya maka peluang kesuksesan akan lebih mudah kita raih.

Kelima hidup mandiri, disaat masih di bangku sekolah segala sesuatu disiapkan oleh orang tua, tak selamanya orang tua menyiapkan segala keperluan kita. Seorang mahasiswa tidak harus bergantung pada orang tua, aduhh kita sudah dewasa . kita harus berani dan melakukan segalanya sendiri dan itu menjadi bekal yang berharga buat nantinya. Menjalani hidup dengan jerih payah sendiri bukan berarti tidak memerlukan bantuan orang lain, kita itu makhluk sosial saling tolong-menolong.

Dan yang terakhir menambah pengalaman yang belum pernah dialami sebelumnya. Pengalaman baik maupun buruk ada makna yang dapat menjadi pelajaran berharga dalam hidup.

Banyak manfaat yang kita dapat dari menuntut ilmu ke daerah lain, di banding terus tinggal di daerah, bukan berarti kita tidak suka dengan daerah sendiri. Saking besarnya rasa cinta terhadap daerah tempat kelahiran, kita berkorban untuk menuntut ilmu ke daerah yang lebih berpotensi dan membuat kita menjadi manusia yang hebat. Sehingga akhirnya nanti segala ilmu yang kita peroleh di daerah rantau berguna bagi daerah kelahiran kita untuk memajukan, memperbaiki, mengelola, dan memperindah daerah kelahiran yang telah lama menunggu penerus-penerus yang jenius.

Jadi. Jangan takut. Hilangkan aura-aura negative yang terus mempengaruhi pikiran. Berpikirlah ke depan songsong masa depanmu dengan impian-impian besarmu. Selagi raga masih menyatu dengan jazad, disaat itu juga waktu kita untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi sesama. Waktu, kesempatan, usaha, do’a, optimis dan ungkapan positif lainnya akan membantu di saat kita mengalami masalah dalam keadaan jauh dari orang-orang tercinta. (N.A)

Baca Selengkapnya
Artikel Terkait
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!