Connect with us

Belajar dari Kesalahan Orang Lain

Ilustrasi / foto: pexels.com

Hidup

Belajar dari Kesalahan Orang Lain

Tak harus mengalaminya sendiri untuk bisa belajar.

Kata pepatah, “Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali.” Yang artinya, hanya orang yang (bodoh) seperti keledai yang mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

Dari pepatah keledai tersebut, saya bisa mengatakan bahwa orang yang bodoh adalah orang yang mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Dengan kata lain, orang belum bisa dikatakakan bodoh jika melakukan kesalah yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Apakah benar seperti itu?

Bagaimana jika kamu tinggal di lingkungan yang rawan pencurian. Kamu memiliki kebiasaan tidak mengunci pintu saat siang dan suatu hari rumah mu dimasuki pencuri. Apakah sikapmu yang tidak mengunci pintu saat siang bisa dikatakan kebodohan atau bukan?

Jika mengulang kesalahan yang sama yang pernah kita lakukan sebelumnya adalah kebodohan, maka kamu tidak bodoh karena tidak mengunci pintu. Karena kamu belum pernah kecurian sebelumnya meskipun tidak mengunci pintu. Artinya, ini kesalahan pertamamu.

Tapi jika mengulang kesalahan yang sama yang pernah orang lain lakukan sebelumnya adalah kebodohan, maka bisa jadi kamu termasuk orang yang bodoh. Kamu bisa dikatakan (bodoh) seperti keledai jika kamu sebenarnya tau bahwa orang-orang yang kecurian di lingkunganmu adalah orang-orang yang yang tidak mengunci pintunya saat siang maupun malam. Sehingga memberi kesempatan bagi pencuri untuk melaksanakan aksinya.

Jadi apakah kita bodoh karena melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya atau karena kita tidak belajar dari orang lain untuk tidak melakukan kesalahan yang sama?

Ini seperti dua orang yang menemukan jenis buah yang baru. Orang pertama mencoba memakannya dan mati keracunan. Jika orang kedua kemudian ikut memakannya, maka ia termasuk bodoh. Tapi jika orang kedua tidak memakannya karena melihat orang pertama yang mati setelah memakannya, maka ia sebenarnya belajar. Belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama yang orang lain lalukan.

Jadi, tak harus mengalaminya sendiri untuk belajar. Tak harus menunggu melakukan kesalahan pertama untuk tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Belajar dari kesalahan orang lain untuk tidak melakukan kesalahan yang sama adalah cara terbaik dari pada menunggu melakukan kesalahan pertama dan tidak mengulanginya.

Baca Selengkapnya
Artikel Terkait
Aswad Mansur

Peternak dan pelajar. Paling semangat bicara bisnis (teori), praktek nol. Tertarik dengan pengembangan bisnis dan model bisnis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!