Connect with us

Buku: Ingatan Manusia Yang Tertulis

Ilustrasi / foto: pexels.com

Hidup

Buku: Ingatan Manusia Yang Tertulis

Buku hanyalah ingatan—pengalaman, pemikiran, dan pengetahuan—manusia yang sempat diabadikan di atas kertas.

Menurut saya buku hanyalah ingatan—buah pemikiran, pengalaman, dan atau pengetahuan—manusia yang sempat diabadikan di atas kertas. Entah itu diabadikan atau ditulis sendiri oleh orangnya (si pemilik ingatan) atau ditulis oleh orang lain. Yang pasti dengan adanya buku ini, kamu tidak harus bertemu langsung si pemilik ingatan untuk belajar tentang pemikiran-pemikirannya.

Dengan buku, kamu cukup hanya dengan membaca buku-buku dimana ingatan—pemikiran, pengalaman, dan pengetahuannya—diabadikan. Bahkan sangat mungkin, dengan buku kita belajar dari orang-orang yang sebenarnya hidup jauh sebelum zaman kita lahir.

Jika buku adalah ingatan manusia, entah itu pengalamannya, pengetahuannya, pemikiran dan ide-idenya. Kenapa harus menunggu ingatannya untuk di tulis dan kemudian dipelajari? Kalau bisa membaca langsung dari si pemilik ingatannya?

Buku hanya salah satu cara belajar dari orang lain

Saya hanya ingin mengingatkan, bahwa buku hanyalah satu cara belajar dari pengalaman, pengetahuan, dan pemikiran-pemikiran orang lain. Bisa jadi karena orang yang ingin kita belajar darinya telah tiada atau mungkin kita tidak mungkin bertemu dan bercerita dengannya.

Jika buku hanya salah satu cara belajar dari orang lain, berarti masih ada cara-cara yang lain yang bisa kita tempuh untuk belajar dari orang lain, misalnya dengan bertanya langsung kepada orangnya, mengikuti diskusi, kelas atau seminarnya, dll.

Di zaman yang serba online ini bahkan semakin lebih mudah untuk belajar dari orang lain. Bisa dengan mengikutinya di media sosial, blog, atau menonton videonya di YouTube. Bahkan kalau beruntung, anda bisa menanyakan langsung kepada orangnya tentang ide, pandangan, dan pendapatnya terkait hal tertentu melalui email, chat, forum diskusi, dan forum tanya jawab seperti Yahoo Answer dan Quora.

Buku hanya ingatan manusia yang sempat diabadikan di atas kertas.

Menurut PBB(1) populasi manusia di dunia pada tahun 2011 mencapai 7 miliar jiwa, sedangkan menurut data yang dirilis Google pada tahun 2010(2), jumlah buku di dunia di perkirakan sekitar 130 juta buku. Jika dibandingkan, jumlah buku dan jumlah populasi manusia di dunia sangat berbanding jauh. Dengan jumlah seperti itu, ada berapa banyak ingatan—pengalaman dan pengetahuan—yang tidak sempat di abadikan menjadi buku?

Dengan perbandingan data di atas, saya hanya ingin mengingatkan kita semua untuk sesekali belajar dari pengalaman orang lain langsung dari orangnya. Tidak harus orang yang jauh dan berpendidikan tinggi, bisa dengan orang-orang di dekat kita seperti orang tua. Yang pasti mereka telah lebih dulu hidup dari kita dan punya pengalaman yang lebih dari kita. Jadi kenapa tidak belajar dari mereka?

Baca Selengkapnya
Artikel Terkait
Aswad Mansur

Peternak dan pelajar. Paling semangat bicara bisnis (teori), praktek nol. Tertarik dengan pengembangan bisnis dan model bisnis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!