Connect with us

PKL Trotoar dan Parkir Trotor

Ilustrasi / foto: pexels.com

Seni Budaya

PKL Trotoar dan Parkir Trotor

Apa bedanya PKL yang menjadikan trotoar sebagai tempat usaha dengan pemilik cafe, toko, atau restoran yang menggunakan trotoar sebagai lahan parkir usahanya?

Di beberapa kota seperti Bandung, terkadang kita harus mengalah dengan dengan pedagang kaki lima atau PKL dalam hal penggunanaan trotoar. Pada jam-jam tertentu, terutama menjelang malam, di beberapa jalan terlihat tenda-tenda PKL mulai di bangun. Kita, pengguna jalan, dipaksan turun dari trotoar dan berjalan disisi jalan.

Hal ini ada yang menggapnya biasa ada juga yang melihatnya sebagai masalah. Termasuk pemerintah daerah dalam hal ini yang sebuk mencari solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul akibat PKL.

Tapi bagaimana dengan pemilik usaha yang skalanya lebih besar dari PKL, seperti cafe, toko, dll. yang pada jam-jam subuk tertentu menggunakan trotoar sebagai lahan parkir untuk pelanggannya? bukankah sama saja mereka juga mengahalagi jalur pejalan kaki?

Disadari atau tidak, penggunaan trotoar sebagai lahan parkir cafe, toko, dan usaha lainnya, masih banyak kita jumpai di beberapa lokasi. Meski tidak sebanyak PKL, tapi tetap saja tak adil hanya menyalahkan PKL dalam kasus ini. Padahal apa yang mereka (PKL dan pemilik cafe, toko, dll) lakukan sebenarnya sama saja. Sama-sama menggunakan fasilitas publik untuk kepentingan usahanya, dalam hal ini menggunakan trotoar dan menghalagi pejalan kaki yang menggunakakn trotoar.

Aswad Mansur

Peternak dan pelajar. Paling semangat bicara bisnis (teori), praktek nol. Tertarik dengan pengembangan bisnis dan model bisnis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!