Connect with us

Wisata Sambil Belajar di Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung / Foto: Oni Saputra

Wisata

Wisata Sambil Belajar di Museum Geologi Bandung

Di Museum Geologi Bandung, dengan Rp3.000,- saja kamu bisa berwisata sambil belajar sejarah dan bencana geologi di Indonedia.

Mau liburan keluarga tapi sekarang lagi musimnya ujian untuk anak-anak? Takut malah mengganggu waktu belajar anak? Kenapa tidak liburan dalam kota saja dengan mengunjungi museum atau tempat-tempat bersejarah. Selain bisa berwisata, juga sekalian bisa belajar tapi dengan suasana yang lebih menarik dan berbeda.

Buat warga Bandung bisa mengajak keluarga berwisata ke Museum Geologi Bandung. Selain lokasinya yang ada di dalam kota dan sangat mudah di akses, biaya masuk ke Museum geologi juga sangat murah. Hanya Rp3.000,- per wisatawan lokal pada saat akhir pekan. Sangat murah jika dibandingkan dengan tempat-tempat wisata lain di Bandung.

Belajar mulai dari sejarah sampai manfaat dan bencana geologi.

Masuk ke Museum Geologi, kita bisa belajar banyak hal. Bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk orang dewasa. Kita bisa belajar sejarah terbentuknya alam semesta, sejarah kehidupan di bumi, fosil, tata surya, manfaat dan bencana geologi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ada banyak koleksi yang menarik yang bisa kita saksikan di Museum Geologi, yang pasti sangat menarik untuk anak-anak, bahkan mungkin untuk orang dewasa. Seperti fosil hewan purba, seperti gajah dan kura-kura. Beberapa jenis batuan, replika, atau poster informatif. Yang menarik meskipun sebenarnya ada larangan mengambil gambar di ruang museum adalah museum cocok untuk mereka yang suka berselfie ria.

Bosan hanya melihat koleksi? Jangan khawatir, kamu bisa merasakan bagaimana rasanya ketika gempa bumi dengan masuk ke alat simulasi bencana gempa bumi. Alat simulasi gempa bumi ini menurut saya bagian yang paling ramai dan menarik minat banyak pengunjung untuk mencobanya, mulai dari anak-anak sampai yang tua ingin mencobanya.

Ada juga video interaktif yang sangat menarik dan tetap informatif, seperti video tanda-tanda tsunami dan penyebabnya, video tata surya, dan masih banyak lagi yang akan membuat anak-anak betah berlama-lama dan belajar di Museum Geologi Bandung.

Pulang dari museum, istirahat di Taman Lansia dan foto-foto di Gedung Sate

Buat kamu yang baru di Bandung, kamu tidak akan rugi jalan-jalan ke Museum Geologi Bandung. Karena setelah dari museum, kamu bisa langsung menyeberang ke Taman Lansia untuk beristirahat sambil menikmati teduhnya Taman Lansia. Jangan khawatir, meskipun namanya Taman Lansia atau lanjut usia, kamu yang mudah dan berapa pun umurmu, kamu masih bisa ke taman ini.

Setelah istirahat di Taman Lansia, kamu bisa berjalan ke Lapagan Gasibu yang persis berada di depan Gedung Sate. Di lapangan ini kamu bisa berselfie ria di depan Gedung Sate. Gedung Sate merupakan salah satu ikon Kota Bandung, yang buat kamu pecinta selfie minimal punya foto selfie di tempat ini sebagai kenang-kenangan pernah ke Kota Bandung.

Jika lapar saat jalan-jalan, kamu bisa mencoba beberapa jajanan PKL yang berjejer di sebelah barat Lapangan Gasibu. Dan buat kamu yang ingin sholat atau ingin membaca, jangan khawatir, di Lapagan Gasibu ada fasilitas umumnya juga, seperti mushollah, toilet, bahkan perpustakaan.

Olahraga dan pasar murah

Buat kamu yang baru di Bandung dan ingin olahraga, selain di CFD di Dago, kamu juga bisa olahraga di track jogging lapagan Gasibu. Dan jika kamu ke Gasibu pada minggu pagi, kamu akan menemukan jejeran penjual di pinggir jalan yang berjejer dari Monumen Pancasila sampai ke dekat dan sekitar Lapangan Gasibu.

Pada pasar minggu atau pasar tumpah inilah, kamu bisa mendapatkan barang yang murah. Mulai dari jaket, baju, sepatu, tas, sayur, barang kerajinan, semuanya ada dan dijual di pasar ini.

Jadi, terserah kamu, mau ke tempat ini untuk belajar sekalian olahraga dan kemudian jalan-jalan ke museum. Atau ke museum kemudian jalan-jalan ke Lapangan Gasibu dan berselfie ria di Gedung Sate.

Oni Saputra

Penulis ini dijuluki sebagai the toilet philosopher karena tempatnya menemukan ide dan pemikiran-pemikiran "besarnya" adalah di toilet.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!