Connect with us

“Aku Pergi”

Ilustrasi / foto: pexels.com

Puisi

“Aku Pergi”

Kau bilang hanya alasan.
Karena sikapmu aku pergi sekarang.
Tak apa jika itu yang kau paham.

Kau bilang aku tak harus pergi.
Karena berkali aku sudah kau sakiti.
Jadi harusnya aku mengerti.

Kau waras?
Berulang kau sakiti aku dengan keras.
Lalu kau minta aku bertahan dengan ikhlas.

Kau bilang selama ini aku sabar.
Terima salah mu berharap kau berubah.
Tapi apa kau berubah?

Meminta maaf saja kau tak bisa.
Bukan bertahan tapi kau malah menghina.
Jadi ku bulatkan saja, aku pergi.

Maaf, masih pagi aku sudah begini.
Hatiku hanya tak kuat untuk menahan.
Sakit berulang yang bagimu permainan.

Simbar Riomai

Jomblo filosofis, puitis tak pernah nangis. Paling suka makan kue lapis, minumnya kopi tak harus manis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!