Connect with us

“Ladang Cinta”

Ilustrasi / foto: pexels.com

Puisi

“Ladang Cinta”

Aku tak paham.
Ladang cinta ini sedang suburnya.
Hari berbunga tiada sudahnya.
Curiga kau pupuk tak semestinya.

Aku takut.
Bunga rasa yang telah tumbuh mati.
Karena curiga berakar jarak menggerogoti.
Berharap panen jadi tiada berarti.

Apa yang kau takutkan?
Jika jarak, sudah ku pagar ladang ini erat.
Jalan masuk semua telah ku tutup rapat.
Hingga tak mungkin ada yang mendekat.

Dan kuncinya.
Kau tau hanya satu.
Dan kau yang punya.
Jadi kau takut apa?

Simbar Riomai

Jomblo filosofis, puitis tak pernah nangis. Paling suka makan kue lapis, minumnya kopi tak harus manis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!