Connect with us
Ilustrasi / foto: pexels.com

Puisi

“Panaiq”

Gampang bicara “LAMAR”
Sudahi atau halalkan.
Karena kalian taunya mahar.
Panaiq belum tentu paham.

Ijab memang mudah.
Mahar bisa murah.
Tapi panaiq kau bisa susah.
Berpuluh juta belum tentu bisa.

Gampang kau bilang “HIJRAH”
Menikah di usia muda.
Cari panaiq kau bisa jerah.
Lalu menyerah menikah muda.

Syukur kau tak di kampung ku.
Tak menikahi gadis kampung ku.
Jadi panaiq kau tak perlu pikul.
Melamar tak akan mudur terpukul.

Apa kau pernah mendengar?
Kisah cinta terpaksa pisah.
Karena panaiq tak ucap “SAH!”
Itu bukan sekedar kabar.

Ku harap kau mengerti sudah.
Bukan tak ingin menikah muda.
Tapi menikah memang tak mudah.
Bagi pemuda tak punya modal.

Dan untuk kau Gadis.
Tak peduli panaiqmu sadis.
Asal kau bisa menunggu manis.
Hingga ku antar cincin si jari manis.

Simbar Riomai

Jomblo filosofis, puitis tak pernah nangis. Paling suka makan kue lapis, minumnya kopi tak harus manis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!