Connect with us

“Rindu Mentari”

Ilustrasi / foto: pexels.com

Puisi

“Rindu Mentari”

Selimut malam menutup langit.
Cahaya hilang gelap menggigit.
Di balik tembok di ruang sempit.
Tubuh kecil ku diguyur rindu menggigil.

Senyum tawamu di dinding pajangan.
Mengikat ku di sini dengan kenangan.
Lembut tingkahmu dalam ingatan.
Sesakkan aku dalam pikiran.

Aku tak tahan lagi.
Pada pilihanmu bertahan pergi.
Kau putus janji robohkan mimpi.
Tinggalkan kenangan tetap di sini.

Memohon berlalu malam berharap pagi.
Menahan rintih merindu mentari.
Bergetar bibir berdoa pagi kembali.
Menawar rindu pada mentari yang telah pergi.

Kasih, bolehkah aku berharap lagi?
Setelah kau berlalu pergi?
Kasih, ku tunggu kau di teras pagi.
Kembalilah bersama mentari.

Simbar Riomai

Jomblo filosofis, puitis tak pernah nangis. Paling suka makan kue lapis, minumnya kopi tak harus manis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!