Connect with us

“Sedang Penghujan”

Ilustrasi / foto: pexels.com

Puisi

“Sedang Penghujan”

Sedang penghujan di sini.
Musim seketika berganti saat kau menghilang pergi.
Menangis, langit bercucuran air mata meratapimu.

Sedang penghujan di sini.
Mata tak henti membasahi pipi yang kering saat kau masih di sini.
Tergenang, hampir membunuh semua rasa yang kita rawat dulu.

Simbar Riomai

Jomblo filosofis, puitis tak pernah nangis. Paling suka makan kue lapis, minumnya kopi tak harus manis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!