Connect with us

“Senja Manja”

Ilustrasi / foto: pexels.com

Puisi

“Senja Manja”

Senja manja.
Berkalung emas merona.
Ditinggal hari merana.
Gelap managis saja.

Senja manja.
Menabur rindu di langit.
Melepas ingat menggigit.
Gelap aku sakit.

Harusnya kau tak manja senja.
Indah semu yang berlalu saja.

Salah siapa kini?
Senja yang dulu menemani.
Menambah indah saat kau di sini.
Malah menjadi pembawa rindu.

Terlalu banyak ingat yang kau beri pada senja.
Terlalu banyak harap yang kau tinggal saat pergi.

Salah siapa kini?
Senja tak bisa aku hindarkan.
Rindu tak bisa aku lupakan.
Harapku, kau ada di sini.

Simbar Riomai

Jomblo filosofis, puitis tak pernah nangis. Paling suka makan kue lapis, minumnya kopi tak harus manis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!