Connect with us

“Puisi Sampah”

Ilustrasi / foto: pexels.com

Puisi

“Puisi Sampah”

Tak semua puisi dapat kau baca.
Hanya mereka yang tak berakhir di tempat sampah.

Karena ada kata terbesit lalu menghilang.
Ada yang berbisik lalu pergi melenggang.
Ada yang ditulis kemudian dicoret.
Dan ada yang jadi kemudian dirobek.

Dan puisi ini.
Yang sedang kau baca ini.
Aku bangga meski bagimu sampah.
Setidaknya ia berbentuk sudah.

Simbar Riomai

Jomblo filosofis, puitis tak pernah nangis. Paling suka makan kue lapis, minumnya kopi tak harus manis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!