Connect with us

Politik dan Pendidikan

Ilustrasi / foto: pexels.com

Politik

Politik dan Pendidikan

Pendidikan dan politik merupakan bagian penting dalam sebuah negara. Hubungan antara pendidikan dan politik tidak dapat dipisahkan begitu saja, keduanya saling berkaitan erat satu sama lain.

Politik adalah proses pembentukan atau pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. Sedangkan pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok yang diturunka dari suatu generasi ke generasi berikutnya melalui pelatihan atau penelitian.

Hubungan antara politik dan pendidikan tidak hanya saling mempengaruhi, tetapi juga fungsional. Lembaga-lembaga pendidikan sebagai tempat untuk membentuk perilaku politik di negara tersebut. Begitupun sebaliknya, politik juga membawa dampak besar dalam karakkteristik pendidikan dinegara tersebut. Hubungan tersebut adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Tetapi, dalam penerapannya mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif yang dapat dihasilkan dari hubungan politik dan pendidikan adalah pemerintah sebagai pemegang peranan penting dalam politik dapat memberikan subsidi ataupun bantuan-bantuan lainnya yang dapat menunjang pembelajaran yang baik.

Meskipun hubungan politik dan pendidikan begitu kuat, tidak semua orang mengakui hal tersebut. Banyak pihak yang resah dengan realita tersebut dan menginginkan upaya untuk meminimalisasi elemen-elemen politik dalam dunia pendidikan. Mereka menginginkan pendidikan dan politik menjadi dua bagian terpisah. Mereka berpendapat bahwa pemisahan antara pendidikan dan poliitik dapat dilakukan untuk membebaskan lembaga-lembaga pendidikan dari kepentingan politik penguasa.

Institusi-institusi pendidikan, pada awalnya didesain untuk menjalankan fungsi-fungsi pendidikan semata, dalam perkembangannya bisa saja menjalankan fungsi-fubgsi politik tertentu, baik disadari maupun tidak disadari oleh para pengelolanya. Ada tiga alasan utama mengenai hal ini; 1) Karena keberadaan dan perkembangan institusi pendidikan tidak lepas dari dinamika sosial politik masyarakat lingkungannya, 2) Karena kuatnya kecendrungan para politisi untuk mengeksploitasi peran institusi pendidikan untuk kepentingan politik mereka, 3) Karena pengelola sekolah pada dasarnya juga adalah politisi yang juga senantiasa dihadapkan pada dinamika internal maupun eksternal.

Jika sekolah masih diposisikan sebagai alat politik, maka pendidikan bagi generasi muda di negeri ini akan mengalami penurunan kualitas, karena apabila pendidikan telah terikat kebijakan politik, maka secara umum tidaklah menguntunkan, karena kemungkina terjadinya pembusukan dari dalam akibat kebijakan-kebijakan yang tidak adil. Kondisi ini semakin diperparah dengan tidak memadainya kapasitas orang-orang yang mengambil kebijakan, dalam arti kurangnya pemahaman tentang pendidikan.

Oleh karena itu tidak aneh jika selama ini lembaga pendidikan hanya dijadikan sebagai kuda tunggangan bagi mereka. Sebab yang ada dalam benak mereka hanyalah kepentingan-kepentingan politik sesaat, seperti bagaiamana mendapat sebanyak mungkin simpati dari golongan mayoritas tertentu serta bagiamana dapat menduduki kursi panas selama mungkin.

Sebagai kesimpulan, pendidikan dan politik merupakan bagian terpenting dalam sebuah negara, bahkan dunia. Hubungan antara pendidikan dan politik tidak dapat dipisahkan dalam arti pendidikan dan politik saling terkait. Pendidikan dalam hal ini memberikan pengajaran atau mendidik pelaku atau tokoh politik, sedangkan politik porsinya sebagai sektor pemegang kebijakan. Dalam hal ini pendidikan dan politik saling beriringan untuk menciptakan tatanan masyarakat pancasila yang baik. Akan tetapi, apabia politik dipegang oleh orang-orang yang tidak kompeten tentu akan rusak, demikian juga pendidikan yang membutuhkan kebijakan demi kemajuan.
Pendidikan yang berkarakter akan menciptakan intelektual yang terpelajar bukan intelektual kuarangajar.

Tidak ada jabatan didunia ini yang perlu dipertahankan matia-matian ( KH. Abdurrahman Wahid)

Maju terus pendidikan dan politik di negeriku…

Baca Selengkapnya
Artikel Terkait
Idham Maulana

Anak kedua dari tujuh bersaudara Suka jalan-jalan bersama uto.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!