Connect with us

Aplikasi Gratis, Pendapatan Dari Mana?

Ilustrasi / foto: pexels.com

Wirausaha

Aplikasi Gratis, Pendapatan Dari Mana?

Pernah bertanya-tanya, dari mana aplikasi gratis mendapatkan keuntungan? Ini jawabannya….

Baru-baru ini seorang teman bertanya pada saya, dari mana aplikasi gratis–seperti kebanyakan aplikasi di Play Store–mendapatkan keuntugan? Jawabannya dari banyak hal, salah satu yang paling umum adalah iklan pihak ketiga seperti Google AdSense. Untuk lebih jelasnya berikut ini beberapa cara yang sering digunakan para pengembang aplikasi untuk mendaptkan keuntugan.

Iklan

Memasang iklan pada aplikasi adalah hal yang paling umum digunakan oleh pengembang aplikasi untuk mendapatkan pemasukan. Biasanya iklan yang sering digunakan adalah layanan iklan pihak ketiga, seperti Google AdSense, dimana pengembang hanya perlu mendaftar dan menyisipkan code iklan pada aplikasi. Iklan kemudian akan tampil pada setiap aplikasi yang kita download. Biasanya berbentuk banner pada bagian bawah atau atas, dan kadang berbentuk pop-up. Dari iklan inilah pengembang aplikasi mendapatkan pemasukan.

Langganan (Subscription)

Bentuk umum pendapat bagi aplikasi adalah dengan langganan (pembayaran bulanan atau tahunan), salah contohnya adalah aplikasi musik Spotify. Anda dapat menggunakan layanannya secara gratis namun terbatas. Untuk dapat menggunakan layanan premium spotify, anda harus berlangganan atau membayarkan biaya sejumlah tertentu per satuan waktu.

In-App Purchases

In-app purchases ini biasanya banyak digunakan pada aplikasi game gratis. Biasanya selain in-app purchases ini juga digunakan bersamaan dengan iklan seperti yang sebelumnya saya jelaskan. Jadi, aplikasi yang di download akan menampilkan iklan bagi pengguna, dan untuk pengguna dapat melakukan pembelian di dalam aplikasi. Misalnya pada aplikasi Line, ada bisa menggunakannya secara gratis, namun jika anda tertarik menggunakan stiker tertentu, anda dapat membelinya di toko stiker yang pengembang line siapkan.

Produk atau Jasa

Biasanya perusahaan yang menjual barang atau jasa membuat aplikasi gratis untuk mendukung penjualan baran dan jasa yang mereka lakukan. Jadi bukan masalah jika mereka kemudian memberikan aplikasi secara gratis asalkan itu memudahkan anda untuk mengakses bahkan melakukan pembelia untuk barang dan jasa yang mereka tawarkan. Misalnya, aplikasi mobile banking dan toko online. Aplikasi ini biasanya tidak menampilkan iklan.

Freemium (Upsell)

Bentuk lain dari pendapatan pengembang aplikasi adalah freemium atau upsell. Salah satu contohnya adalah aplikasi layanan layanan penyimpanan Dropbox, dimana pengguna dapat mendownload aplikasi secara gratis dan menggunakan layanan penyimpanan gratis dengan kapasitas 2 GB. Namun, untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan lebih besar, pengguna harus membayar sesuai dengan besar penyimpanan yang akan dibeli. Jadi tujuan aplikasinya adalah untuk membuat pengguna menggunakan layanan tertentu dengan layanan terbatas. Namun jika pengguna tertarik menggunakan semua layanan tersebut, pengguna harus membayar. Nah, dari pembayaran atau pembelian layanan inilah pengembang mendapatkan pemasukan.

Add-On (Layanan Tambahan)

Layanan add-on mirip dengan layanan freemium, sama-sama memberikan aplikasi secara gratis namun harus membayar untuk layanan yang lebih. Perbedaanya adalah, jika freemium membatasi layanan pada layanan gratis dan jika ingin menggunakan layanan secara utuh harus membayar sejumlah tertentu. Sedangkan pada add-on, anda dapat menggunakan semua layanan secara gratis, namun untuk memudahkan, pengembang menawarkan tambahan-tambahan khusus dalam aplikasi yang bisa anda beli. Misalnya, aplikasi pembaca dokumen, anda dapat mendownloadnya secara gratis dan menggunakannya untuk membaca dokumen dengan format pdf. Namun, untuk dapat mengedit dokumen tersebut, anda bisa menambahkan fungsi edit tersebut dengan membayarnya.

****

Jika diperhatikan, semua jenis pendapatan di atas hampir mirip, dan memang pengembang bisa saja menggunakan beberapa cara di atas secara bersamaan untuk memaksimalkan pendapatannya. Kalau menurut pembaca masih ada yang kurang, silahkan ditambahkan sendiri melalui kolom komentar. Terimakasih 🙂

Aswad Mansur

Peternak dan pelajar. Paling semangat bicara bisnis (teori), praktek nol. Tertarik dengan pengembangan bisnis dan model bisnis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!