Connect with us

Desa Seharunya Menjadi Sahabat Bagi Warganya

Desa Bonde Utara difoto dari bukit belakang desa / Foto: Aswad

Sosial

Desa Seharunya Menjadi Sahabat Bagi Warganya

Desa sebagai institusi pemerintah seharusnya dapat menjadi sahabat bagi warganya sehingga mendorong warga untuk ikut berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan desa.

Satu hal yang tidak banyak berubah di kampung saya, Luoar sampai saat ini, yaitu masih banyaknya warga yang dengan mudah percaya dengan tawaran-tawaran yang tidak masuk akal. Mulai dari tawaran investasi yang menjanjikan kekayaan yang instant, sampai pada tawaran obat yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Apa yang salah? Pada hal di kampung sudah semakin banyak warga yang terdidik. Bahkan tidak sedikit dari warga kampung yang sudah bergelar sarjana pada berbagai bidang keilmuan. Lalu kenapa warga masih begitu mudah terbual dengan tawaran-tawaran yang tidak masuk akal dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab?

Warga Kampung dan Stereotip

Salah satu hal yang–menurut saya–menjadi penyebab masih ada beberapa (kalau tidak ingin menyebut banyak) warga di kampung saya menjadi korban “penipuan” adalah karena masih ada beberapa orang yang menilai sesuatu berdasarkan stereotip yang ada. Misalnya, orang yang datang dari kota selalu dinilai lebih pintar dari orang kampung. Orang yang lebih tua selalu dianggap lebih bisa dan tahu dari orang yang masih muda. Dan bentuk-bentuk generalisasi atau stereotip lainnya.

Tentu saja tidak semua warga kampung seperti ini, tetapi masih ada beberapa, kalau tidak ingin disebut banyak. Dan generalisasi dengan stereotip ini tentu bukan hanya dilakukan oleh warga kampung, tetapi dilakukan hampir semua kalangan, termasuk orang yang tinggal di daerah perkotaan.

Pendidikan dan layanan informasi Desa

Agar kasus-kasus “penipuan” seperti yang saya sebutkan sebelumnya tidak terjadi lagi dengan warga kampung, sebaiknya Desa–sebagai institusi pemerintah–di kampung yang paling didengar oleh warga, bisa menjadi sahabat bagi warga dengan ikut memberikan pendidikan kepada warga agar tidak mudah terbual dengan tawaran-tawaran yang tidak masuk akal. Desa sebagai institusi dapat berperan sebagai lembaga pendidikan bagi warga untuk terus meningkatkan pengetahuan warga terkait isu-isu terkini sehingga tidak mudah tertipu. Berperan sebagai pusat layanan informasi, dimana warga dapat melapor, bertanya, dan melakukan konsultasi terkait kejadian-kejadian yang terjadi di desa, sehingga warga tidak mudah tertipu dengan tawaran-tawaran yang masuk ke desa.

Pemerintah desa dapat berperan sebagai pusat informasi bagi warga desa dalam berbagai hal, termasuk dalam menangkal upaya-upaya penipuan yang masuk ke desa dengan terus memantau perkembangan yang terjadi di desa. Seperti tawaran-tawaran yang masuk ke dalam desa, dll. Desa sebagai institusi disini dapat berperan aktif untuk mempelajari setiap tawaran yang masuk ke desa dan memberikan rekomendasi kepada warga melalui sistem informasi, seperti papan pengumuman di desa dan di setiap masjid yang ada di desa, pengumuman di masjid, dan bentuk-bentuk penyampaian informasi lainnya yang sesuai dengan budaya yang ada di desa.

Untuk memperlancar aliran informasi, akan lebih baik jika pemerintah desa membuat pusat layanan informasi dimana warga desa dapat bertanya, melapor, atau berkonsultasi terkait isu-isu di desa. Layanan laporan, informasi, dan konsultasi ini berupa kantor yang disediakan oleh desa, warga dapat melapor atau sekedar bertanya melalui SMS, telepon, atau datang langsung ke kantor layanan. Selain laporan dan layanan informasi, layanan ini juga dapat memfasilitasi warga untuk mendapatkan konsultasi-konsultasi khusus dalam berbagai bidang, seperti hukum, bisnis, dll, dengan menghubungkan warga yang membutuhkan konsultasi dengan warga yang memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait. Dengan langkah dan peran aktif desa menjadi sahabat bagi warga, selain akan menambah pengetahuan warga, tentu juga akan mendorong warga untuk ikut berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan desa.

Baca Selengkapnya
Aswad Mansur

Peternak dan pelajar. Paling semangat bicara bisnis (teori), praktek nol. Tertarik dengan pengembangan bisnis dan model bisnis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!