Connect with us

Pentingnya Memahami Aturan 80/20 dalam Bisnis

Ilustrasi / foto: pexels.com

Wirausaha

Pentingnya Memahami Aturan 80/20 dalam Bisnis

Prinsip pareto atau juga dikenal sebagai aturan 80-20 adalah aturan yang menyatakan bahwa untuk banyaknya kejadian, sekitar 80% dari efeknya disebabkan oleh 20% dari penyebabnya

Saya banyak berinteraksi dengan UKM percetakan. Bukan hanya sebagi pelanggan yang membutuhkan jasa yang meraka tawarkan, tapi juga ikut terlibat di dalamnya. Terlibat disini bukan sebagai manajer, tapi hanya sebagai pembantu dan kadang jadi pekerja juga. Dari sini saya banyak belajar tentang bisnis percetakan dan kalau beruntung saya bisa berdiskusi dengan pemilik usaha tentang bisnis percetakan.

Suatu hari saya memiliki kesempatan berdiskusi dengan salah satu pemilik usaha percetakan di Kota Makassar tentang bisnisnya. Hingga sampailah kami pada pembahasan prinsip pareto atau aturan 80-20. Mungkin beberapa diantara pembaca belum pernah mendengar apa itu prinsip pareto atau aturan 80-20.

Apa itu prinsip pareto atau aturan 80-20?

Prinsip pareto atau juga dikenal sebagai aturan 80-20 adalah aturan yang menyatakan bahwa untuk banyaknya kejadian, sekitar 80% dari efeknya disebabkan oleh 20% dari penyebabnya((Wikipedia)).

Mungkin sederhananya akan lebih dimengerti jika diberikan melalui contoh kasus. Dalam hal ini kita akan membahas contoh kasus percetakan yang saya bahas sebelumnya. Misal sebuah percetakan sebut saja Percetakan A memiliki unit usaha Print, Copy, dan Jilid. Setiap hari pelanggan yang menggunakan jasa print sekitar 20 orang, copy 40 orang, dan jilid 40 orang. Kontribusi keuntungan untuk setiap unit usaha ini masing-masing print 80%, copy 5% dan jilid 15%. Dari sini dapat disimpulkan bahwa 80% keuntungan percetkan disebabkan oleh 20% penjualan unit usaha print.

Apakah angka 80% dan 20% itu angka pasti?

Kita mungkin bertanya-tanya apakah angka 80% dan 20% itu angka pasti dan bisa diterapkan pada semua hal. Jawabannya adalah tidak. Dalam buku Rahasia Sukses Ala Harvard Business School yang ditulis oleh Emily Chan disebutkan bahwa dalam banyak hal dalam hidup prinsip 80-20 ini dapat berlaku itupun bukan dengan angka yang pas pada 80% dan 20% tapi berkisar pada besaran tersebut. Dengan kata lain bisa saja perbandingannya 75-25 atau 70-30.

Apa pentingnya memahami prinsip pareto dalam bisnis?

Sebelum saya menjawab pertanyaan di atas, terlebih dahulu saya ingin bercerita tentang pengalam saya. Liburan tahun ini saya kembali mendapat kesempatan belajar dari tiga UKM percetakan yang ada di Makassar, yaitu CV. Radja Maiditama, CV. Usaha Center–yang kebetulan saya bantu dalam pengembagan website usahanya, dan satu lagi percetakan yang baru dibuka di daerah Manuruki. Saya banyak belajar dari UKM-UKM ini. Termasuk prinsip pareto atau aturan 80-20 yang sebelumnya saya pelajari juga di kampus.

Seperti yang telah saya sebutkan di awal bahwa saya memiliki kesempatan berdiskusi dengan pemilik usaha salah satu UKM percetakan di Makassar, yang kemudian dari diskusi itu kami sampai pada pembahasan prinsip pareto. Dari situ saya berkesimpulan bahwa sebenarnya kebanyakan pengusaha menyadari adanya aturan 80-20. Namun mereka belum tahu bahwa hal tersebut disebut sebagai prinsip pareto atau aturan 80-20. Misalanya jika mereka memiliki tiga unit usaha, mereka menyadari ada satu unit usaha yang memberikan keuntungan yang paling besar.

Bagi saya bukan masalah mereka tidak tahu apa itu prinsip pareto dan aturan 80-20 yang penting secara praktik mereka telah menyadari penomenanya. Sayangnya, masih ada beberapa pengusaha yang tidak sadar pentingnya penomena tersebut. Misalnya salah satu pemilik usaha percetakan menyadari bahwa unit usaha penjilidannya memberikan kontribusi keuntungan sekitar 80% dari total keuntungan meskipun pelanggannya hanya sekitar 20% persen dari total pelanggan jasanya. Namun si pemiliki usaha tetap memperlakukan 20% pelanggan ini sama dengan pelanggan lain, bahkan cenderung sering mengecewakan pelanggan ini.

Jika hal ini terus dilakukan, maka kemungkinan besar dengan banyaknya usah percetakan yang lain, 20% pelanggan ini akan beralih ke usaha percetakan yang lain. Hal ini tentu akan berdampak pada berkurangnya pendapatan usaha percetakan tersebut secara drastis. Bayangkan jika setengah dari 20% pelanggan itu pindah ke yang lain, maka 40% keuntungan akan hilang jika setiap pelanggan dianggap memberikan keuntungan yang sama.

Jadi apa pentingannya memahami prinsip pareto dalam bisnis? jawabannya adalah sangat penting, memahami prinsip pareto terutama fenomena yang berkaitan dengan bisnis yang kita jalankan akan membantu kita menentukan kebijakan dan strategi bisnis yang tepat untuk usaha yang kita jalankan.

Aswad Mansur

Peternak dan pelajar. Paling semangat bicara bisnis (teori), praktek nol. Tertarik dengan pengembangan bisnis dan model bisnis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!