Connect with us

Pop-Up Shop: Cara Memulai Usaha yang Murah

Ilustrasi / foto: pexels.com

Wirausaha

Pop-Up Shop: Cara Memulai Usaha yang Murah

Sebagus-bagusnya ide bisnis, ide tetaplah ide yang masih perlu untuk diuji.

Baru-baru ini seorang teman menghubungi saya dan sedikit curhat (kalau tidak mau dibilang konsultasi) tentang ide bisnisnya dengan teman saya yang lainnya. Sebut saja si A (teman yang mengontak saya dan si B (teman si A yang teman saya juga).

Si A menghubungi saya dan meninta pendapat sekaligus saran dari saya tetang ide bisnisnya sekaligus bertanya kira-kira berapa biaya pembuatan website dengan spesifikasi, website sebagai toko online dan mendukung pembayaran baik via transfer ATM maupun pembayaran menggunakan kartu kredredit,serta dapat melakukan tracking pengiriman barang. Nah, disini saya tidak akan menjawab pertanyaan terkait biaya pembuatan website dengan spesifikasi di atas, tapi saya akan membahas mengenai saran yang saya berikan pada teman saya si A.

Sebelum saya membahas saran apa yang saya berikan kepada si A, terlebih dahulu saya ingin memberikan gambaran kasar tentang konsep usaha teman saya si A ini. Jadi, konsep usaha seperti ini, A dan B ingin mengebangkan sebuah produk ATK (saya sebut saja ATK, soalnya kategori produknya memang masuk golongan ATK). Produk ini nantinya bakan di jualn ke pelajar, khususnya mahasiswa.

Rencana awalnya, si A dan si B ingin membuat sebuah toko online berupa website karena ingin memasarkannya secara online, biar jangkauan pasarnya lebih luas. Teman saya ini juga sudah punya suplier dan tempat produksi yang murah untuk produk ini, jadi singkatya usaha yang A dan B jalankan adalah usaha desain produk, mencari suplier material, menyerahkan produksinya pada pihak ketiga, dan melakukan pemasaran produk.

Dari penejelasan yang saya dapatkan dari si A, saya kemudian memerikan saran apa yang sebaiknya (*ini menurut saya loh) dilakukan si A dan si B terlebih dahulu.

1.  Menguji Ide dengan prototipe

Sebagus-bagusnya ide, ide tetaplah ide

Saran saya pada si A dan si B tidak jauh berbeda dari tulisan-tulisan saya sebelumnya tentang bagaimana mengembangkan usaha, yaitu sebagus-bagusnya ide, ide tetaplah ide yang masih butuh dan penting untuk diuji. Anda bisa saja punya ide produk yang menurut anda sangat bagus dan belum pernah ada sebelumnya, dan anda merasa yakin bahwa produk itunya nantinya bakal laku keras. Tapi ingat, itu menurut anda, bukan menurut calon pelanggan anda. Tugas anda yang pertama adalah mencari tahu apakah benar calon pelanggan anda mau membeli produk yang ada tawarkan?

Terus, bagaimana cara menguji calon pelanggan mau atau tidak membali produk kita?

Dalam kasus produk ATK ini, saya menyarankan untuk membuat sebuah desain produk, beripa foto (sebisa mungkin mirip aslinya nanti) atau kalau memungkinkan buat satu produk yang jadi (sebut saja prototipe). Ingat ya, satu saja alias jangan banyak-banyak, biar hemat. Desain atau prototipe ini ditawarkan sama beberapa calon pelanggan, dengan harga yang sama, jika mereka memang tertarik untuk membeli, Selamat, ide anda memang bagus. Tapi kalau dari beberapa orang tidak yang tertarik atau lebih banyak yang tidak tertarik, berarti anda yang salah. Mungkin desainnya perlu diperbaiki, atau harganya terlalu mahal, atau memang mereka tidak tertarik. Nah, ini tugas anda mencari tahu.

2. Promosi dan pre-order melalui media sosial

Setelah tugas menguji ide anda selesai dan menurut ide anda memang menarik bagi calon pelanggan anda berdasarkan hasil penelitian kecil-kecilan yang anda lakukan, selanjutnya saya menyarakan untuk membuat media sosial–yang paling banyak digunakan calon konsumen anda–sebagai media komunikasi dan promosi anda kepada calon pelanggan.

Melalui media sosial ini, anda melakukan promosi dan penerimaan pre-order produk–selain juga melakukannya secara offline. Pre-order ini sebenarnya bertujuan untuk menghindari kelibahan produksi.

3. Jualan lewat pop-up shop

Untuk mendukung penjualan penawaran online yang anda lakukan, sebaiknya, anda juga melakukan produksi–kecil-kecilan–produk anda dan menjualnya melalui pop-up shop atau saya menyebutnya jualan lewat lapak yang benar-benar lapak. Misalnya jualan dengan membuka lapak pada acara car free day (CFD) atau event-event lain yang banyak didatangi calon pelanggan anda.

Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari model penjualan pop-up shop ini, diantaranya, orang akan semakin kenal dengan produk kita, calon pelanggan dapat melihat langsung kualitas produk kita, dan yang paling penting adalah kita (penjual atau pengembang produk) dapat berinteraksi dengan calong pelanggan kita, mendengarkan pendapatnya atau bahkan melayani mereka yang melakukan pembelian on the spot.

Tips Bonus: Gunakan modal seminimal mungkin di awal

Bonus pesan dari saya jika ingin memulai usaha, Anda boleh merencanakan dengan baik dan sesempurna mungkin, bahkan itu wajib. Tapi melangkahlah pelan-pelang, usahakan gunakan modal seminimal mugkin di awal, nanti setelah usah anda telah terbukti benar-benar layak (misalnya dengan banyaknya pesanan) untuk dijalankan, anda dapat memaksimalkan menggunakan modal anda.

Misalnya, jika anda ingin melakukan penjualan secara online, anda tidak harus langsung membuat website yang WOW dengan biaya yang mahal, mungkin awal-awal anda bisa menggunakan media sosial sampai ide anda terbukti. Hal ini hanya untuk menghindar jika misalnya nanti ide anda tidka sesuai dengan harapan, anda tidak akan rugi banyak karena telah membuat website. Ini bukan menakuti, tapi alangkah lebih baik jika kita mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, termasuk dampak paling buruknya.

Aswad Mansur

Peternak dan pelajar. Paling semangat bicara bisnis (teori), praktek nol. Tertarik dengan pengembangan bisnis dan model bisnis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!