Connect with us

“Rindu Membatuk”

Ilustrasi / foto: pexels.com

Puisi

“Rindu Membatuk”

Rindu ini membatuk.
Membangunkanku di malam suntuk.
Menyiksaku yang sedang ngantuk.

Rindu ini membatuk.
Mengoyak perut sesakkan dada.
Tenggorokan sakit hingga kepala.

Rindu ini membatuk.
Ku obat tapi masih mengganggu.
Ku usir tapi tetap membatu.

Simbar Riomai

Jomblo filosofis, puitis tak pernah nangis. Paling suka makan kue lapis, minumnya kopi tak harus manis.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!