Connect with us

“Tangisan Alam”

Ilustrasi / foto: Karmila Bakri

Puisi

“Tangisan Alam”

Ketika jeritan tak kunjung usai kutemukan
Bagai jamur disekelilingku
Aku tak bisa apa-apa
Semua serba diikat aturan
Sungguh kucari ke relasi kawan-kawan berdasi
Jawabnya “ada aturan”…
Ahhhh

Kepada gedung-gedung bertingkat kucari jawaban atas gubuk ini?
Atap rumbia terbelah seakan tak berpenghuni
Namun ini gubuk berpenghuni, ada jiwa disana bergelut dengan kehidupan nyata…
Apa yang harus dilakukan saling lempar-melempar kepentingan?
Ahhhh

Ini nyata adanya kawan
Aku tak bisa apa-apa
Aku tak berpangkat
Aku bukan pengambil kebijakan
Aku hanya rakyat biasa yang masih menjelajah mencari jati diri, namun pandanganku tak bisa berpura-pura dalam “kebutaan”

Miris saat orang bertarung strata kebangsawanan
Saat bertarung posisi jabatan saling eksis memakai simbol kekuasaan.
Aku terkadang dianggap ngigau bahkan sederet teks ini aku tuliskan dengan kesadaran…
Aku bisa apa?
Aku bisa apa?
Aku bisa apa?

Sederhana saja aku tak butuh jempol kalian karena realita kemiskinan ini bukan tontonan menarik.
Namun berkunjunglah kesana dan pandangi tanpa harus kita menunggu anda, anda dan anda duduk di kursi No.1

****

Tulisan ini terkait dengan ALTAR

Anak Lontara Nusantara (ALTAR) merupakan organisasi independen berbasis sosial kemasyarakatan, pendidikan, keagamaan, dan kebudayaan yang berkedudukan di Polewali Mandar.

Kenal lebih dekat dengan ALTAR, follow facebook Altar Home

Karmila Bakri

Ketua sekaligus Pengurus Komunitas Anak Lontara Nusantara (ALTAR) Polewali Mandar.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!