Connect with us

Puisi

“BATAS”

Menjejal tapak kaki 
Meregang hening dalam riak tangis…
Satu persatu jerit itu nyata
Semakin dekat hingga kuratapi dalam relung sunyi…
Aku dengan batas
Aku punya batas
Lalu kepada siapa kutuangkan jeritan-jeritan itu,..
Aku berada disekeliling mereka
Sungguh aku terBATAS
Serumput kopi pekat menyambut senja
Jelang nyanyian senja gadis kampung yang bersolek manis
Di atas tungku menari lincah meracik menu santapan malam
Aku mengintip tepi jendela hujan masih mewangi
Meneduhkan hati bahwa memang kita punya “BATAS”
Lantas adakah kutelan tangis mereka ?
Sungguh menjamur
Si A di kampung sana
Si B di kampung sini
Si C di kampung situ
Aku dengan BATAS
Lalu aku sugesti jauh kedalam hening diri, titik pengharapan kusemai dalam balutan BATAS…

****

Tulisan ini terkait dengan ALTAR

Anak Lontara Nusantara (ALTAR) merupakan organisasi independen berbasis sosial kemasyarakatan, pendidikan, keagamaan, dan kebudayaan yang berkedudukan di Polewali Mandar.

Kenal lebih dekat dengan ALTAR, follow facebook Altar Home

Karmila Bakri

Ketua sekaligus Pengurus Komunitas Anak Lontara Nusantara (ALTAR) Polewali Mandar.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!