Connect with us

Mahasiswa Sulbar Bandung Mencari Kontrakan

Foto bersama IPMA Sulbar Bandung angkatan 2014-2015 / Foto: IPMA Sulbar Bandung

Cerita Anak Rantau

Mahasiswa Sulbar Bandung Mencari Kontrakan

Sudah beberapa hari ini mahasiswa Sulawesi Barat yang sedang menempuh pendidikan di Bandung sibuk mencari rumah kontrakan. Kriterianya sederhana, murah, dapat ditinggali paling sedikit enam orang mahasiswa, dan punya ruang tamu yang dapat menjadi tempat kumpul anak-anak Sulawesi Barat di Bandung.

Rencananya rumah kontrakan ini juga akan menjadi asrama sementara dan sekretariat mahasiswa Sulawesi Barat di Bandung yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMA) Sulbar, Bandung.

“Sudah hampir dua tahun kontrakan IPMA habis. Setelah itu, anak-anak ngekos sendiri-sendiri mi.” Kenang Irsyad, mahasiswa jurusan Perancangan Wilayah dan Kota, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung yang juga pernah menjabat sebagai ketua IPMA Sulbar Bandung.

Asrama Sementara

Meskipun dulu rumah yang di sewa berstatus kontrak dan hanya terdiri dari 4 kamar–karena keterbatasan dana, mahasiswa Sulbar Bandung selalu menyebutnya sebagai asrama. Asrama yang menjadi tujuan utama pemuda-pemudi Sulbar yang datang ke Bandung untuk belajar atau sekedar jalan-jalan.

Tahun 2016 lalu misalnya, dengan kontrakan yang sederhana yang mereka sebut sebagai asrama, IPMA Sulbar Bandung berhasil menampung rombongan adik-adik dari Sanggar Tie-tie, Campalagian, Polewali Mandar yang saat itu mengikuti lomba tari di Institut Seni Budaya Indonesia, Bandung.

Tidak hanya itu, selain menjadi tujuan pertama calon mahasiswa atau mahasiswi baru asal Sulbar, asrama mahasiswa Sulbar “sementara” Bandung ini juga sering kedatangan tamu sesama mahasiswa Sulbar dari Jogja, Malang, Bogor, dan kota-kota lainnya yang kebetulan jalan-jalan ke Bandung.

Asrama dan Alasan Kuliah di Bandung

Bagi Idham, mahasiswa asal Topoyo, Mamuju Tengah yang baru saja diterima di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, adanya tujuan yang jelas, seperti kontrakan anak-anak Sulbar yang kuliah di Bandung menjadi alasan sendiri mengapa ia yakin berangkat dan kuliah di Bandung. Hal senada juga di anak-anak IPMA Sulbar lainnya yang telah menempuh pendidikan setahun, bahkan lebih di Bandung.

Oni Saputra

Penulis ini dijuluki sebagai the toilet philosopher karena tempatnya menemukan ide dan pemikiran-pemikiran "besarnya" adalah di toilet.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Konten tidak dapat dicopy!!