Connect with us

Dalam Kerangkeng Nyaman

Hidup

Dalam Kerangkeng Nyaman

‘Itu sudah biasa’ atau ‘dari dulu juga begitu’, kalimat yang mungkin sering menjadi jawaban untuk berbagai pertanyaan kenapa begini atau kenapa begitu.

Kalimat yang sama sering menjadi jawaban yang saya dengar beberapa hari ini dari warga Sedulang, Kalimantan Timur. Sehari-hari hidup dengan memanfaatkan air sungai yang mengalir membelah desa, bagi mereka sudah menjadi hal yang biasa. Meskipun air sungai berwarna keruh dan sedikit berbau, air sungai tetap dimanfaatkan warga untuk urusan mandi, cuci, dan kakus tanpa melakukan penyaringan air terlebih dahulu.

“Kenapa airnya tidak disaring?” Jawabnya sederhana saja, karena dari dulu juga seperti itu dan tidak ada masalah. Rasa nyaman akan sesuatu terkadang justru menjadi kerangkeng untuk kita menjadi lebih baik. Rasa nyaman meninabobokkan kita dan membuat kita terlelap dalam kondisi yang seharusnya dapat berubah lebih baik lagi.

Dalam kerangkeng nyaman, itulah kira-kira kalimat yang tepat untuk menggambarkan kondisi dimana kita merasa nyaman dan tak perlu perubahan lagi. Seperti katak yang hanya diam dalam air yang perlahan dipanaskan, yang menikmati hangatnya air tanpa sadar bahwa ia akan segera mati begitu air mendidih. Kondisi seperti ini sangat berbahaya karena mematikan rasa ingin tahu dan jiwa pembelajar kita. Kita tak perlu lagi mencari tahu bagaimana cara menjernihkan air karena telah nyaman dengan air keruh, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang justru membuat kita semakin tertinggal.

Tak jarang kita tidak sadar bahwa sebenarnya saat ini kita sedang dalam kerangkeng nyaman yang perlahan-lahan melemahkan bahkan membunuh kita–membunuh produktivitas dan kreativitas kita. Cara terbaik untuk lepas dari kerangkeng nyaman ini hanya satu, yaitu dengan terus belajar.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Dalam Kerangkeng Nyaman | SMK Negeri 1 Majene

Tinggalkan Balasan

Trending

Event Sulbar

There are no upcoming events at this time.

Iklan Potol.net
To Top