Connect with us

Senyum Manis para Elit, Membungkam Jiwa para Aktivis

Ilustrasi / Foto: kalbarupdates

Politik

Senyum Manis para Elit, Membungkam Jiwa para Aktivis

Kemewahan terakhir yang dimiliki oleh mahasiswa adalah Idealisme. – Tan Malaka

Di pasca era reformasi saat ini, pergerakan Pemuda dan Mahasiswa terlihat muncul dipermukaan sosial dengan karakter berbeda. Jika pergerakan di era proklamasi, revolusi, dan awal reformasi merupakan gerakan murni karena idelalisme, maka gerakan saat ini justru murni diperjuangkan karena pragmatisme.

Bila dicermati belakangan ini bisa dikatakan bahwa mahasiswa mengalami stagnasi, ditempa kekakuan sehingga harus terjadi degradasi. Hampir tidak ada gagasan cerdas yang disumbangkan oleh mahasiswa di tengah carut marut dan tunggang langgangnya tatanan republik ini. Mahasiswa sudah kemasukan angin, pada setiap masalah atau problem-problem sosial yang ada mereka malah memilih untuk diam dan berbaring di tempat tidur.

Ironi bangsa ini, harapan rakyat dan bangsa tidak lagi dianggap penting dan tidak disikapi dengan serius. Bahasa indah untuk mahasiswa sebagai pelanjut estafet kepemimpinan bangsa itu semua akan menjadi opini semata. Tan Malaka dalam pernah mengatakan, “Kemewahan terakhir yang dimiliki oleh mahasiswa adalah Idealisme”. Kutipan tersebut sangat bertolak belakang dengan sikap mahasiswa saat ini. Idealisme mahasiswa saat ini seringkali tergadaikan, terjual, tertukar dengan sebungkus nasi oleh kepentingan-kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Senyum manis para elit bak tikus-tikus kota yang mencari makanan, berbadan besar dengan mental murah. Tahunya mencuri hanya untuk menghidupi kelompoknya. Senyum manis para elit seolah membungkam jiwa-jiwa aktivisme mahasiswa, membungkam teriakan-teriakan mahasiswa yang menuntuk keadilan.

Sungguh miris melihat kondisi mahasiswa saat ini yang katanya hidup di era milenial, tetapi kehilangan marwah dan gairah perjuangan sebagai seorang mahasiswa. Harus diakui bahwa mahasiswa sebagai perpanjangan tangan dan penyampai aspirasi rakyat pada realitasnya telah mengalami degradasi.

Masalah disintegrasi yaitu masalah persatuan perlu segera diatasi, masalah ekonomi mendesak untuk segera diperbaiki, masalah supremasi hukum yang harus ditegakkan, masalah pendidikan mendesak untuk diperhatikan, dan masalah-masalah lain yang tak bisa diabaikan begitu saja, seperti budaya, pertahanan keamanan, yang kesemuanya membutuhkan penanganan secepatnya. Singkatnya, Indonesia saat ini sedang diterpa krisis multi dimensional. INDONESIA saat ini sedang sakit. Secepatnya perlu ditangani pelayanan ICU.

Mahasiswa sebagai agent of change sekaligus agent of control mestinya berada di garda terdepan. Melawan arus perbudakan dan penindasan modern adalah hal yang wajib diperjuangkan mahasiswa. Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus berani, cerdas dan bertanggung jawab sesuai dengan perannya sebagai mahasiswa. Bangkit Mahasiswa! Mahasiswa tidak boleh mati begitu saja di tempat tidur tanpa berbuat apa-apa untuk rakyat.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Trending

Event Sulbar

There are no upcoming events at this time.

Iklan Potol.net
To Top