Connect with us

Taman Kota untuk Siapa? Warga atau PKL?

Taman Kota Majene di sore hari / foto: Aswad

Sosial

Taman Kota untuk Siapa? Warga atau PKL?

Taman Kota Majene (Tako) zona merah bagi yang bukan pelanggan PKL. Ibarat kata, beli dulu baru masuk.

Apa yang pertama kali terbesit dalam pikiran kita ketika mendengar istilah ‘taman kota’? Sebuah tempat yang hijau, rindang, terbuka untuk semua warga kota–untuk rekreasi atau sekedar jalan-jalan.

Di kota-kota besar di Indoensia, taman kota selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, juga sebagai tempat rekreasi yang murah–karena pada umumnya hanya butuh biaya parkir–atau sebagai tempat untuk menyalurkan hobby. Seperti di Bandung yang terkenal dengan taman tematiknya, taman mulai dari taman film sampai taman lansia, semuanya gratis dan terbuka untuk umum.

Di Majene, Taman Kota Majene atau yang lebih sering disebut Tako memang terbuka untuk umum. Tetapi jika sore dan malam tiba, Tako seolah menjadi hak milik pedagang kaki lima (PKL) semata. Pohon-pohon yang ada di Tako yang hampir dapat dihitung jari, semakin tidak jelas bersaing dengan rimbunnya payung-payung tenda pedagang. Rumput dan jalan setapak tak jelas, yang ada hanya deretan kursi-kursi pedagang yang memenuhi taman. Tak ada ruang selain untuk pelanggan PKL.

Pertanyaannya, Tako untuk siapa? Untuk semua warga Majene atau hanya PKL?

Kalau memang Tako untuk PKL–dibangun khusus untuk PKL, mending nama Taman Kota (Tako) diganti menjadi Taman Khusus PKL (TK-PKL). Tetapi kalau Tako untuk warga secara umum, seharusnya Pemda Majene melalui dinas terkait turun tangan untuk mengembalikan Tako sebagai tempat umum dan menata PKL yang ada.

Jika Pemda terlalu berat mengutamakan warga pada kasus Tako ini, Pemda mungkin sudah nyaman dengan retribusi dari PKL yang ada di Tako. Maklum tambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) susah. Jadi harus pintar-pintar. Luman dapat dari retribusi PKL sekaligus parkir. Meskipun harus mengorbankan warga.

Sekedar informasi, di Bandung, taman merupakan zona merah bagi PKL. Maksudnya, PKL dilarang berjualan di taman. Hal ini salah satunya bertujuan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban taman. Sebaliknya, di Majene Taman Kota seperti zona merah bagi non-pelanggan PKL atau dengan kata lain daerah terlarang bagi warga yang tidak membeli dari PKL di Tako. Ibarat kata, beli dulu baru masuk.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Trending

Event Sulbar

There are no upcoming events at this time.

Iklan Potol.net
To Top